darussalam

Lebih Dekat dengan Masjid Darussalam Kota Wisata

Alhamdulillah, kita telah memasuki minggu kedua Ramadhan. Semoga kesehatan dan keberkahan selalu bersama kita agar kita dapat menjalankan ibadah di bulan suci ini dengan lancar. Amin. Kali ini, Masjidku ingin mengajak Bapak/ Ibu untuk mengenal Masjid Darussalam, masjid yang ada di Kota Wisata Cibubur. Profil berikut adalah diambil dari website Masjid Darussalam. Jika Bapak/ Ibu sedang bepergian ke kota wisata ada di sekitarnya, silahkan untuk mengunjungi Masjid Darussalam ini. Bapak/ Ibu bisa mendapatkan update kegiatan, artikel Islami dan update terkait lainnya dengan follow Masjid Darussalam. Mendapatkan informasi masjid dan menyebarkannya ke orang lain, adalah salah satu cara paling sederhana untuk memakmurkan masjid. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua. Amiin.

Masjid ialah rumah Allah yang didirikan di muka bumi, tempat kaum muslimin bersujud serta pusat beribadah umat manusia kepada Sang Pencipta. Sebagai pusat beribadah, masjid adalah lembaga keislaman pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Di samping itu, masjid juga berfungsi sebagai pusat pengembangan peradaban Islam, oase spiritual, pembinaan umat, dan pencerahan intelektual dalam hal mencetak kader-kader untuk mewujudkan misi rahmatan lil ‘alamin dan sebagai Khalifatullah fil Ardl. Dalam konteks ini, di samping sebagai pusat kegiatan ibadah mahdhah (khusus) seperti shalat, dzikir, i’tikaf, dan sebagainya, Masjid juga difungsikan sebagai pusat kegiatan ibadah Aam (umum) yang bersifat sosial kemasyarakatan seperti kegiatan bimbingan, belajar-mengajar, serta konseling umat, dan aktivitas syiar Islam.

Masjid Darussalam berlokasi tepat di komplek perumahan Kota Wisata Desa Ciangsana Kec. Gunung Putri – Bogor , yang banyak orang kenal dengan Kota Wisata Cibubur. Lokasinya sangat strategis berada di sentral perumahan, menjadikan Masjid Darussalam sering dikunjungi oleh para jamaah baik dari dalam perumahan maupun dari luar komplek. Dengan banyaknya jumlah warga perumahan di Kota Wisata dan para karyawan yang bekerja di sekitar Kota Wisata Cibubur, maka pada waktu tertentu khususnya ketika waktu sholat jum’at, para jamaah masjid jumlahnya bisa mencapai lebih dari 1000 orang.

Kota Wisata, sebuah kawasan permukiman yang menjadi lokomotif perkembangan area Cibubur Raya, dengan keindahan dan keasrian pepohonan maupun bunga yang menghiasi sudut-sudutnya di sana-sini, tentu saja tidak lengkap tanpa adanya oase spiritual di dalamnya. Kota Wisata yang mulai dikembangkan sejak 1996 kini menjadi rumah bagi sedikitnya 8.000 kepala keluarga dan tentu saja tidak sedikit umat Muslim yang juga bermukim di dalamnya. Bagi umat Muslim tersebut, kebutuhan oase spiritual itu tentu saja hanya dapat dipenuhi kalau di tengah-tengah mereka terdapat masjid sebagai pusat kegiatan beribadah maupun pengembangan spiritual. Bagi umat Muslim pula, keberadaan masjid identik dengan kebutuhan ikan akan perairan, baik itu berupa akuarium, kolam, danau, maupun lautan.

Berangkat dari fungsi masjid sebagai pusat pembinaan dan pemersatu umat seperti tersebut diatas, dan dengan memperhatikan firman Allah SWT, “Sesungguhnya Masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak awal (didirikan) itulah yang patut kamu shalat didalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah mencintai orang-orang yang bersih” (Q.S. At Taubah, 9:108). dan sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang mencintai masjid, maka Allah mencintainya” (H.R. Thabrani), maka dimulailah gerakan untuk mewujudkan rumah Allah tersebut di kawasan Kota Wisata selain sebagai Oase Spiritual juga Pusat Peradaban dan Pengembangan Umat. Ini merupakan sebuah gerakan yang murni sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.

Sejarah Berdirinya Masjid Darussalam

Maka, pada 1999, dimulailah langkah kecil dari gerakan besar tersebut. Pada awalnya dibikinlah Aksi Shalat Tarawih Bersama di lapangan tenis Cluster Paris. Lalu pada 2000, sejumlah warga sedekat mendeklarasikan berdirinya Yayasan Umat Islam Kota Wisata (Yamatista) sebagai inisiasi untuk memperjuangkan berdirinya sebuah Masjid yang diidamkan bersama. Sementara, kegiatan tarawih berjama’ah tetap diselenggarakan di Aula Sementara Sekolah Fajar Hidayah. Setahun kemudian, pada 2001, dimulailah proyek pembangunan Masjid Jami’ Kota Wisata. Pada Ramadhan tahun itu, shalat tarawih berjam’ah tetap diadakan di Aula Sementara Sekolah Fajar Hidayah.

Saat itu, Pengurus dan Pengawas Pembangunan Masjid adalah juga Pengurus Yamatista.

Pada 2002, bangunan fisik masjid sudah bisa dipakai untuk Shalat Tarawih, dan umat Muslim sepakat menamakannya Masjid Raya Kota Wisata.

Yayasan masih bernama Yayasan Umat Islam Kota Wisata dan Ketua Umum Yayasan itu juga bertindak sebagai Ketua Masjid. Jadi, Yayasan identik dengan Masjid.

Tahun berikutnya, 2003, nama masjid diganti menjadi Masjid Darussalam Kota Wisata, dan sejalan dengan itu, yayasan pun berganti nama menjadi Yayasan Darussalam Kota Wisata. Saat itu pula, Ketua Umum Yayasan merangkap sebagai Ketua Badan Pengelola Masjid. Yayasan tetap identik dengan Masjid.

Kegiatan peribadatan pun makin berkembang, misalnya penyelenggaraan Shalat ‘Idain dan masjid ta’lim pun bersemi.

Pada 2006, Ketua Umum Yayasan masih merangkap sebagai Ketua Badan Pengelola Masjid Darussalam yang membawahi 3 bidang: Bidang Ibadah, Bidang Pembinaan, dan Bidang Umum. Masing-masing bidang membawahi 3 bagian/divisi

Perjalanan di tahun-tahun berikutnya, sejalan dengan dinamika dan perkembangan kegiatan, Yayasan melakukan restrukturisasi sehubungan dengan kian banyaknya tenaga maupun dukungan. Ketua Yayasan tidak lagi merangkap sebagai Ketua Dewan Pengurus. Darussalam, tapi dikembalikan fungsinya seperti halnya Direktur Utama pada Perseroan Terbatas (tugas tanfidziyah atau eksekutif), yang salah satu tugasnya adalah membawahi Ketua Dewan Pengurus.

Berbagai muhasabah (evaluasi) dan restrukturisasi pun dilakukan sebagai upaya penyempurnaan Yayasan.

Menjelang pengujung 2012, dilakukan kembali restrukturisasi secara menyeluruh pada kelembagaan Masjid Darussalam Kota Wisata, Maka, pada awal 2013 dihasilkan sejumlah perubahan cukup signifikan tentang kelembagaan tersebut, baik dari struktur yayasan beserta kelengkapannya maupun program kerja yang berbeda dari periode sebelumnya, serta perubahan visi dan misi yayasan yang kini disempurnakan namanya menjadi Yayasan Masjid Darussalam Kota Wisata (Yamasdarkowi).

Kepengelolaan yayasan diupayakan seprofesional mungkin, sehingga tujuan jangka panjang untuk menjadikan Masjid Darussalam Kota Wisata selain sebagai Oase Spiritual juga Pusat Peradaban dan Pengembangan Umat dapat tercapai, tentu saja dengan berharap ridla Allah SWT.

Bagikan website ini kepada saudara Anda